Tafsir Surah At-Takatsur

Surah at-Takatsur artinya adalah bermegah-megahan

Intisari Kandungan Ayat 1-4 dalam surat At-Takasur

Dalam surah yang lalu (al-Qari‘ah), diuraikan tentang hari kiamat dan bahwa manusia ada yang bahagia dan ada pula yang celaka. Ayat terakhirnya berbicara tentang siksa yang menanti kelompok yang celaka itu. Pada surah ini diuraikan sebab kecelakaan tersebut. Ayat pertama bagaikan menyatakan:

Saling memperbanyak kenikmatan duniawi dan berbangga-bangga menyangkut anak dan harta telah melengahkan kamu, sampai—karena keengganan kalah bersaing itu —kamu telah menziarahi kubur-kubur leluhur kamu untuk membuktikan keunggulan kamu, atau dalam arti bahwa kelengahan itu berlanjut sampai ajal menjemput kamu.

Selanjutnya, ayat 3 mengingatkan bahwa: Hati-hatilah! Jangan lakukan persaingan semacam itu! Kelak kamu akan mengetahui akibatnya. Ayat 4 mengulangi peringatan itu dengan menyatakan: Sekali lagi hati-hatilah, kelak kamu akan mengetahui.

Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Ayat 1-4

1. Kelengahan mengantar manusia bersaing tanpa batas, sampai-sampai mengantar mereka ke kubur untuk membuktikan betapa besar pengaruh dan betapa banyak jumlah pengikut mereka atau sampai-sampai mereka menghitung pula orang-orang yang telah mati di antara mereka.

2. Yang lengah akan menggunakan segala cara dan sarana untuk memenangkan persaingan dan tidak akan berhenti bersaing hingga dia sendiri mati.

3. Yang dikecam bukan pada usaha memiliki banyak harta, bukan juga persaingan yang sehat, tetapi persaingan yang tidak sehat akibat kelengahan terhadap nilai-nilai agama.

4. Peringatan ayat 3 dan 4 (Hati-hatilah!) mengandung makna bahwa persaingan memperebutkan kemegahan duniawi, memperbanyak anak dan pengikut, pasti tidak akan membawa kebahagiaan dan kepuasan bagi setiap yang terlibat. Kalau kepastian di atas tidak dialami dalam kenyataan hidup duniawi, maka akan terbukti kebenarannya dan dialami dalam kehidupan ukhrawi.

Intisari Kandungan Ayat 5-8

Sekali lagi ayat 5 memperingatkan bahwa: Hatilah-hatilah! Janganlah bersaing dalam meraih gemerlap duniawi sehingga melengahkan! Sungguh, jika kamu mengetahui dengan

pengetahuan yang yakin, niscaya kamu tidak akan melakukan perlombaan dan persaingan tidak sehat itu. Atau: Sungguh, jika kamu mengetahui dengan yakin betapa

buruknya dampak persaingan yang melengahkan itu, pasti kamu akan menyesal dengan penyesalan yang tidak terlukiskan dengan kata-kata akibat habisnya umur kamu dalam persaingan yang melengahkan itu.

Selanjutnya, ayat 6 memperingatkan lagi mereka yang bersaing itu atau bahkan memperingatkan semua manusia bahwa: Kamu pasti benar-benar akan melihat neraka Jahîm.

Atau ayat tersebut bermakna bahwa siapa yang kepercayaannya mencapai tingkat yakin, yakni tidak disentuh oleh sedikit kerancuan pun, maka dia akan dapat melihat dengan mata hatinya neraka Jahîm.

Lalu ayat 7 menegaskan bahwa memang di Hari Kemudian semua akan melihat dengan mata kepala neraka Jahîm.

Ayat 8 menutup surah ini dengan memperingatkan bahwa apa pun bentuk kenikmatan pasti akan dituntut pertanggungjawabannya kelak di Hari Kemudian.

Pelajaran yang Dapat Dipetik Dari Ayat 5-8

1. Semua yang bersaing secara tidak sehat akan menyesal di dunia atau paling tidak di akhirat nanti.

2. Semakin dalam keyakinan seseorang, semakin tajam mata hatinya sehingga dapat melihat yang tersirat di balik yang tersurat.

3. Setiap manusia akan melintasi neraka. Ada yang lolos sehingga mencapai surga dan ada juga yang terjatuh ke neraka.

4. Tidak seorang pun dalam kehidupan dunia ini yang tidak memperoleh kenikmatan, karena naungan, rumput, dan air sejuk merupakan contoh yang disebut Rasul SAW dalam menjelaskan makna nikmat dimaksud.

5. Segala kenikmatan yang diperoleh akan dituntut pertanggungjawabannya dari mana diperoleh dan bagaimana digunakan.

Leave a Reply

Categories

Text Widget

Aliquam ut tellus ligula. Nam blandit massa nec neque rutrum a euismod t ellus ultricies! Phasellus nulla tellus, fringilla quis tristique ornare, condi mentum non erat. Aliquam congue or nare varius.