Cerita Si Pengemis

Cerita ini diceritakan dalam syarah Rotib Haddad mengenai orang kaya yang sudah dititipkan harta dunia dari sang pencipta yang wajibnya ada hak orang lain yang harus kita berikan berikut ceritanya. Suatu hari sepasang suami istri yang hidup bahagia yang serba berkecukupan ini sedang makan malam berdua tiba-tiba pintu rumah diketuk seorang pengemis dan sang istri membukakan pintu dengan izin, melihat keadaan sang pengemis itu sang istri merasa sanggat terharu dan bermaksud memberikan sesuatu yang dapat dimakan untuk si pengemis tersebut, tapi sebagai istri yang soleh dan taat akan agama sang istri meminta izin dahulu kepada suaminya, ” suamiku, bolehkan aku memberi makanan kepada pengemis itu sayang?. Rupanya sang suami memiliki karakter yang berbeda dengan sang istri. Dengan suara lantang dan nada yang kasar ia menjawab, ” JANGAN! Usir saja pengemis itu dan tutup pintu rumah kita rapat-rapat agar tidak ada lagi pengemis yang datang.

Wanita yang baik hati itu terpaksa mengikuti perintah sang suami dan tidak memberikan apa-apa kepada sang pengemis tersebut dan meminta maaf kepada sang pengemis dengan hati yang mengiris melihat keadaan sang pengemis tersebut.

Seingin berjalannya waktu sang suami mengalami kebangkrutan pada usaha bisnisnya kekayaannya habis dan dia menanggung banyak sekali hutang hingga semua hartanya terkuras dengan habis dan membawanya dalam kemiskinan. Selain itu karna sifat antara suami dan istri sanggat bertolak belakang maka rumah tangganya juga berakhir dengan perceraian.

Beberapa tahun kemudian bekas istri lelaki yang bangkrut itu menikah lagi dengan seorang laki-laki sodagar kaya dari kota sebrang dan hidup bahagia. Pada suatu hari, ketika wanita itu sedang makan dengan suami barunya, tiba-tiba ia mendengar ketukan pintu rumah dan setelah pintu rumah di buka oleh perempuan tersebut tamu yang tidak diundang itu ada membuat hati wanita tersebut sanggat terharu dan ia pun berkata kepada suaminya “suamiku bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?” Sang suami menjawab dengan nada yang lembut ” iya berikan lah orang itu makanan yang dia butuhkan sayang!”

Setelah memberikan makanan kepada pengemis itu istrinya masuk kedalam rumah sambil menangis. Dengan rasa heran suami bertanya kepada istrinya, “mengapa kamu menangis sayang?” apa karna aku menyuruh kamu memberikan makanan kepada orang itu?” wanita itu mengelengkan lehernya sambil menangis, lalu ia berkata dengan nada sedih “suami ku aku sedih karna perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan. “Tahukah engkau siapa pengemis yang ada diluar itu? dia adalah suamiku yang pertama” , mendengar pernyataan istrinya sang suami sanggat terkejut tapi suami balik bertanya, taukah kau siapakah aku yang kini menjadi suamimu ini? aku adalah pengemis yang dulu diusir!!

Biar kita ingat Allah SWT selalu mendengar dan melihat semua perbutan yang kita lakukan, dan didalam rizki yang kita peroleh itu terdapat hak orang lain yang wajib kita berikan kepada orang yang kurang mampu. Kaya itu bukan segalanya tapi sebagai ujian bagi manusia untuk tidak tergila dengan dunia.

 

Leave a Reply

Text Widget

Aliquam ut tellus ligula. Nam blandit massa nec neque rutrum a euismod t ellus ultricies! Phasellus nulla tellus, fringilla quis tristique ornare, condi mentum non erat. Aliquam congue or nare varius.